You are currently viewing Perbedaan Penerbitan dan Percetakan

Perbedaan Penerbitan dan Percetakan

Sering dibilang sama, namun ternyata berbeda. Inilah perbedaan penerbit dengan percetakan secara keseluruhan. Penerbitan adalah melakukan aktifitas mulai dari pra penulisan, penulisan, hingga pasca penulisan. Penerbitan memiliki arti yang secara garis besar adalah aktivitas Penerbit adalah seseorang atau suatu pihak yang bertindak menerbitkan buku, majalah atau jurnal. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) “penerbit adalah orang dan sebagainya yang menerbitkan, atau perusahaan dan sebagainya yang menerbitkan buku, dan majalah.” Sedangkan percetakan adalah aktivitas proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Percetakan merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.

Penerbitan dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

1. Penerbit Mayor

Penerbit mayor berarti karya akan dicetak dalam ribuan kopi. Ada tim ahli yang menggarap naskah dari mulai editing, layout, desain cover, sampai pemasaran. Selanjutnya hasil cetak akan dipasarkan lebih luas di toko buku besar juga marketplace. Peluang untuk terjual semakin lebar.

2. Penerbit Indie

Penerbit indie adalah solusi bagi mereka yang kurang sabar menunggu konfirmasi dari penerbit mayor. Pencetakan karya dilakukan atas permintaan penulis sendiri. Urusan penjualan juga ditentukan penulis. Penulis menerima penuh hasil dari penjualan.  Penerbit indie juga memiliki editor, designer, dan layouter. Namun, penulis harus merogoh kantong untuk jasa mereka. Soal keahlian pastinya lebih mumpuni tim yang dimiliki penerbit mayor.

3. Self Publishing

Self publishing hampir menyerupai penerbit indie. Di sini penulis melakukan semua fungsinya dari mulai menulis, mengedit, mendesain, membuat layout, sampai penjualan buku. Keuntungannya, penulis tidak perlu membagikan fee pada penerbit. Semua hasil penjualan utuh masuk ke penulis.

Sedangkan percetakan terdapat 5 jenis yaitu:

1. Digital Printing

Hampir di setiap kota digital printing banyak bermunculan. Digital printing secara kebutuhan lebih banyak digunakan untuk mengerjakan spanduk, mug, umbul-umbul, stiker merk mobil, bahkan brosur dan kartu nama. Kelebihan dari digital printing adalah bisa melayani pemesanan dalam jumlah kecil. Bahkan satu lembar pun dapat diterima. Namun bila anda membutuhkan cetak dalam jumlah banyak, digital printing bukanlah pilihan yang efisien.

2. Offset Printing

Offset adalah jenis percetakan yang menggunakan mesin, berbeda dengan mesin untuk digital printing. Mesin offset lebih condong kepada bidang berbahan baku kertas. Bidang pengerjaan offset adalah brosur, amplop, kop surat, buku, majalah, produk berbahan dasar kertas & karton (seperti kardus kue dan paperbag). Offset sangat cocok untuk pengerjaan cetak dalam jumlah banyak, misal 5000pcs atau lebih.

3. Rotogavure

Istilah rotogravure tidak banyak diketahui orang karena selama ini digital printing dan offset jauh lebih familiar bagi pengguna jasa cetak dan orang awam. Rotogravure adalah jenis cetak yang menggunakan mesin untuk jumlah besar dengan bahan dasar plastik. Teknik cetak ini dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu mencetak plastik dengan tinta diatas, dan mencetak plastik dengan tinta posisi di tengah karena dilapisi oleh bahan plastik yang lain. Maksud dari dilapisi bahan plastik dalam jenis kedua ini adalah media cetak menggunakan minimal 2 macam bahan plastik yang direkatkan menjadi satu kesatuan. Contoh: kemasan gulaku, dan kemasan mie instan yang menggunakan rotogravure laminasi.

4. Sablon

Sablon adalah teknik mencetak secara manual diatas screen yang diberi tinta dan media yang dicetak bisa berbahan kain, kertas, maupun plastik. Hanya saja untuk kebutuhan sablon bisa berjumlah dalam arti ribuan hingga puluhan ribu, dan dicetak dengan menggunakan tenaga manusia. Teknik untuk mencetak sablon dengan bahan kain sangat berbeda dengan bahan plastik, begitu juga perlengkapan tinta serta media screen yang digunakan juga berbeda. Dalam beberapa dekade ini, teknik sablon yang tidak menggunakan tenaga manusia mulai dikembangkan, khususnya jika membutuhkan sablon dengan desain diatas empat warna.
 5. Flexo

Flexo adalah mencetak dengan mesin dengan menggunakan bahan dalam bentuk roll. Berbeda dengan offset, digital printing, dan sablon lebih banyak menggunakan bahan berupa lembaran terpisah. Contoh penggunaan flexo adalah mencetak koran, kardus kemasan corrugated (single maupun double wall), dan mencetak stiker. Kelebihan flexo adalah bahan tinta yang jauh lebih murah dibanding offset dan bisa mencetak dalam bentuk roll yang lebih banyak menghemat pemakaian bahan baku.

Sumber

Ragam Bisnis Penerbitan Buku, Kelebihan, dan Kekurangannya : https://mediaini.com/bisnis/2020/11/06/36175/mengenal-ragam-bisnis-penerbitan/ dan https://snapy.co.id/artikel/ada-5-jenis-usaha-percetakan-yang-perlu-kamu-tahu

Leave a Reply